Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Waktu Saktah (Berhenti/Diam Sejenak) yang Disunahkan dalam Shalat dan Penjelasannya

Penjelasan Tentang Waktu-Waktu Jeda/Berhenti/Diam Sejenak Saat Sholat_Diam dan berhenti sebentar dalam shalat disebut saktah.  Berdasarkan Kitab Safinatun Najah, ketika shalat ada 6 (enam) tempat saktah (berhenti sejenak sebagai jeda dari satu perbuatan ke perbuatan yang lain) yang disunnahkan, sebagai berikut.
Waktu Saktah-Diam Sejenak dalam Shalat:

Enam (6) Waktu Saktah/Diam Sejenak dalam Shalat:

1. Saktah (berhenti/diam sejenak) antara takbiratul ihram dan do’a iftitah (ketika usai takbiratul Ihram dan hendak membaca doa Iftitah)

2. Saktah (berhenti/diam sejenak) antara doa iftitah dan ta’awudz

3. Saktah (berhenti/diam sejenak) antara ta’awudz dan membaca Surat Al Fatihah.
Mungkin atau pasti Anda tidak pernah mendengar seorang Imam Shalat yang mengeraskan bacaan ta'awudznya dan mungkin juga Anda belum pernah membaca ta'awudz dalam shalat ketika ba'da membaca do'a iftitah/sebelum membaca surat Al-Fatihah.

Bagaiman hukumnya membaca ta'awudz sebelum membaca surat al fatihah ketika Shalat?

Menurut Madzhab Syafi'i dan Hambali, hukum membaca ta’awudz secara sirr (suara pelan) di awal setiap raka’at sebelum membaca al-Fatihah adalah sunnah

4. Saktah (berhenti/diam sejenak) antara akhir Surat Al Fatihah dan mengucapkan amin.
5. Saktah (berhenti/diam sejenak) antara mengucapkan amin dan membaca surat Al Qur’an
6. Saktah (berhenti/diam sejenak) antara membaca surat Al Qur'an dan ruku’(antara akhir bacaan surat dari Al-Quran dan takbir hendak ruku’).

Demikian Enam Waktu Diam Sejenak yang Disunahkan dalam Shalat. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "6 Waktu Saktah (Berhenti/Diam Sejenak) yang Disunahkan dalam Shalat dan Penjelasannya"